|
Berhasilnya penyuluhan dalam bidang Kehutanan harus melibatkan banyak pihak, maka perlu adanya koordinasi, komunikasi yang bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian hutan tanpa mengorbankan ekonomi masyarakat dengan tetap berpegang pada hutan lestari masyarakat sejahtera.
Program
dan kegiatan yang dilaksanakan oleh CDK Wilayah Pacitan di antaranya adalah
Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) secara vegetatif dan Sipil Teknis. Secara
vegetatif kegiatannya seperti pembuatan hutan rakyat, pembuatan pembibitan
Kebun Bibit Rakyat (KBR), Kebun Bibit Swadaya (KBS) yang sumber dananya dari
APBD maupun APBN. Sedangkan untuk Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sipil
teknis kegiatan seperti pembuatan Dam Penahan, Gully Plug, Sumur Resapan.
Kegiatan-kegiatan tersebut bisa berasal dari sumber dana APBD maupun dari
APBN. Selain kegiatan RHL, CDK Wilayah Pacitan juga mendampingi dan
memfasilitasi hasil hutan kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK), seperti
madu, bambu dan getah pinus hutan rakyat. Tetapi KTH juga bisa memanfaatkan tanaman
bawah tegakan di hutan rakyat untuk di tanami yang hasilnya bisa di olah
seperti empon-empon, kapulogo, kopi, nira aren dan sebagainya.
Desa
Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo, merupakan desa di Kabupaten
Ponorogo yang berbatasan langsung dengan hutan negara. CDK Wilayah Pacitan yang
wilayah kerjanya meliputi Kabupaten Pacitan dan Ponorogo, juga mempunyai
kewajiban memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat sekitar
hutan, terutama berbatasan dengan kawasan hutan, dalam upaya untuk
penyadartahuan dan melibatkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pengamanan
kawasan hutan. Salah satu kegiatan yang di laksanakan oleh CDK Wilayah Pacitan
adalah pendampingan terhadap KTH dalam pengelolaan hutan rakyat dan LMDH dalam
pengelolaan hutan di dalam kawasan Perhutani.
Upaya CDK Wilayah Pacitan dalam peningkatan kemandirian kelompok dengan memberikan bantuan alat pengolah kopi berupa pengering kopi di Kelompok Tani Hutan (KTH) Nggayuh Lestari Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo dengan harapan melalui bantuan mesin pengering biji kopi ini dapat meningkatkan aktifitas usaha produktifnyanya, dapat melakukan pasca panen dari hasil biji kopi menjadi serbuk kopi yang siap saji, berlabel dan dapat menembus di pasaran sehingga nilai jualnya menjadi tinggi, sehingga dapat mewujudkan hutan tetap lestari masyarakat semakin meningkat kesejahteraannya. Dengan upaya pasca panen ini diharapkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Nggayuh Lestari dapat meningkatankan Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) menjadi kelompok yang mandiri.
Terdapat beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pengembangan produk olahan kopi yaitu pemilihan bahan baku yang berkualitas, pemilihan teknologi pengolahan yang tepat, pengemasan produk yang menarik dan ramah lingkungan, serta strategi pemasaran yang efektif dan efisien. Dalam pengembangan produk olahan kopi, diperlukan kerjasama yang baik antara petani kopi, pengolah kopi, dan pelaku usaha lainnya, serta dukungan dari pemerintah setempat.
Kerjasama dan koordinasi yang baik dengan berbagai stakeholder di antaranya tokoh masyarakat, Pemerintah desa, Kelompok Tani Hutan (KTH) dan masyarakat mempunyai peran yang sangat penting dalam berhasilnya penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat bidang Kehutanan, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan, lahan dan air sehingga akan terwujud hutan lestari masyarakat sejahtera.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar